Minggu, 21 April 2013

TAUBAT URANG AWAM DAN TAUBAT URANG TASAWUF



TAUBAT
Dalam ajaran tasawuf taubat menduduki tempat yag utama dan Pertama karena dosa itu adalah dinding antara kita dengan Tuhan, orang yang menuju keredhaan Tuhan dan orang yang menuntut bimbingan Tuhan , Harus ia Taubat terlebih dahulu kepada Allah atas sekalian Dosa yang telah di buat atau yang sedag dibuatnya :
Berkata Imam Qusyairi yang artinya :
Taubat itu adalah permulaan pekerjaan si “Salik” (orang yang menuju keredhaan Allah) dan makanan pertama bagi si “Thalib” (yang mencari keredhaan Allah) ….. risalah Qusyairiyah halaman 45
Imam Ghazali mengatakan dalam kitab Bidayatul Hidayah yang berbunyi : yang artinya
Taubat itu Kunci kebahagiaan bagi murid murid (orang yang belajar ilmu dan amal Tasawuf)
Oleh karena persoalan Taubat ini sangat penting, maka Imam Ghazali yang boleh di gelari Raja Tasawuf telah mengupas masalah ini dalam kitab Ihya Ulumuddin sebanyak 58 halaman penuh yaitu dari nomor 2 s/d 59 (Ihya IV halaman 2 – 59)
Dalam mengajak supaya orang taubat tuhan berfirman :

Artinya : dan Taubatlah kamu sekalian kepada Allah, mudah mudahan kamu mendapat kemenangan (An Nur-31)

Artinya : Bahwasanya Allah mengasihi orang yang banyak ber taubat dan Ia mengasihi juga orang yang membersihkan diri dosa.
Taubat yang Benar adalah Taubat “ Nasuha” yaitu Taubat Sepenuh Hati, tidak setengah setengah, tidak purak purak, tetapi terbit dari hati sanubari yang telah di beri hidayah Tuhan.
Dalam menyatakan Taubat Nasuha ini Tuhan berfirman QS at Tahrim 8
Yang artinya : Hai Orang Mukmin taubatlah kamu kepada Allah sebenar benar taubat.
Dalam bahasa Arab arti Taubat ialah kembali , yakni kembali dari jalan yang salah kejalan yang benar.
Menurut Istilah Agama : Taubat ialah meminta ampun kepada Tuhan atas sekalian dosa yang sudah terbuat atau yang sedang di buat.
RUKUN TAUBAT ADA 3 :
1.       Menyesali diri atas Dosa yang telah di buat
2.       Menghentikan Perbuatan Maksiat itu kalau sedang dikerjakan.
3.       Bercita cita atau berjanji dengan Tuhan bahwa dosa itu tidak akan di perbuat lagi.
Kalau dosa itu bertalian atau ada hubungan dengan manusia (orang lain) umpamanya pencurian, penghinaan , fitnahan, pembunuhan dan lain lain, maka syarat taubat tersebut di atas di tambah satu lagi  yaitu :
4.       Mengembalikan harta yang di curi kepada pemiliknya, dan meminta maaf kepada yang bersangkutan, dan memberikan kesempatan kepada ahli waris seseorang yang sudah meninggal untuk melakukan kisas kalau dosa itu dosa pembunuhan (lihat Dalilul Falihin-Syarah Riyadhus Shalihin I Hal 79-80)
Ada rang bertanya : di dalam sebuah hadist tersebut begini :
Artinya : Taubat itu ialah menyesal (H.R Ibnu Majah, Ibnu Habban, Hakim dll lihat Ihya III halaman 3)
Pada hadist tersebut di nyatakan syarat taubat itu hanya menyesal saja tidak ada yang lain ..bagaimana ini ? arti hadist ini yang sebenarnya adalah Rukun Taubat yang terpenting adalah Menyesal.
Hal ini sama denga perkataan Nabi yang artinya :
Haji itu Arafah (H.R Ahmad dll)
Artinya Hadist ini ialah bahwa Rukun Haji yang terpenting adalah wukuf di Arafah, Rukun yang lain ada juga, tetapi yang terpenting adalah wukuf di Arafah.
Tetapi Imam Qusyairi member komentar bahwa ada ahli Tahqiq yang berpendapat bahwa cukuplah “ Menyesal “ saja bagi syarat Taubat, karena menyesal yang benar benar yang terbit dari hati sanubari yang di bombing Tuhan, sudah pasti menarik syarat kedua dan ketiga, menghentikan dan bercita cita tidak melakukan lagi (risalah Qusairiyah halaman 46).
Orang orang TASAWUF kata Qusyairi menambahkan lagi beberapa hal tetapi bukanlah termasuk syarat lagi hanya sifat dan keadaan mereka.
Umpamanya orang orang yang taubat harus menjauhkan diri sejauh jauhnya dari tempat maksiat dan menjauhkan diri dari pergaulan dengan orang orang yang berbuat maksiat, dan menghancurkan semua alat alat maksiat, karena semua hal ini bisa menarik kita kembali kepada perbuatan maksiat.
Kalau taubat dari Berjudi, maka janganlah mendekati juga tempat tempat Casino, dan semua alat alat judi yang ada pada kita harus di hancurkan.
Kalau Taubat dari Perbuatan Mesum, maka janganlah lagi mendekati tempat2 pelacuran, panti2 pijit dll karena semuanya itu membawa kita kembali kepada perbuatan Maksiat.
Untuk menghentikan pergaulan Maksiat tersebut hendaklah bergau dengan orang orang baik, dengan orang2 shalehpergi ketempat yang baik baik juga seperti ke Mesjid, ka Surau, kamajilis Taklim untuk mendengarkan fatwa2 yang baik baik.
Dalam hal ini nabi Menerangkan :
Artinya : Dari Abu Musa al Asy’ari Ra Bahwasanya Nabi Muhammad Saw berkata perumpamaan berkawan dengan orag shaleh dan berkawan dengan orang jahat, seperti berkawan dengan pembawa Kasturi dan Tukan apa Besi, sebab berkawan dengan pembawa Kasturi atau saudagar kasturi, mungkin engkau di beri setetes, atau engkau beli sedikit, atau sekurang kurangnya engkau mendapat bau harumnya, tetapi kalau engkau berkawan dengan tukan apa besi, mungkin kainmu terbakar karena bunga api, atau kamu mendapat bau busuk (HR Bukhari dan Muslim Syarak Muslim 16 halaman 178)
Oleh karena itu bergaul dan bersahabatlah dengan orang orang baik orang-orang shaleh, dan sekali sekali jangan bergaul dengan orang pendurhaka dan pembuat maksiat, inilah ajaran tasawuf.

Walau Nabi Ma’sum yakni tidak pernah berbuat Dosa, tetapi dia Taubat juga pada Allah , banyak Hadist nan menerangkan tentang hal ini diantaranya yang berbunyi yang artinya :
Dari abu Hurairah Rda, beliau berkata Saya dengan Rasulullah berkata : Demi ALLAH, saya taubat dan minta ampun kepada Allah dalam sehari lebih banyak dari 70 kali (H.R Bukhari, Jawahir Bukhari halaman 482)
Dan Hadist lain : yang artinya :
Dari Agar bin Yasar al Muzanni Rda, beliau berkata : Berkata Rasulullah Saw , HAI manusia
Taubatlah kamu dan minta ampunlah kepada ALLAH, sayapun taubat 100 kali dalam sehari (H.R Muslim-Dalilul Falihin I Halaman 83)
Nabi Taubat sebagai dikatakan diatas bukanlah karena dosa sebab beliau tidak pernah berbuat dosa , tetapi taubat beliau di sebabkan sebagai hamba yang di kasihi Tuhan, kurang membayarkan kewajiban beliau terhadap ALLAH, Tuhan yang maha Agung.
Bagi Nabi kekurangan membayarkan kewajiban kehambaan itu beliau anggap sebagai dosa, padahal bagi kita itu belum dosa.
Nabi Adam Taubat kepada Allah bukan karena Dosa, karena beliau lupa perintah Allah yang melarang memakan buah kayu Kuldhi, Maka Beliau Taubat karena Lupa tsb.
Lupa dan terbuat Maksiat, bagi orang awan tidak menjadi dosa, tetapi bagi nabi nabi dan rasul rasul hal ini sudah menjadi dosa yang wajib diminta keampunan ke pada Allah swt.
Tentang Lupa nabi adam di terangkan dalam Ayat Al Qur’an 


Yang artinya Dan sesungguhnya kami telah memberikan perintah kepada Adam dulu, tetapi ia lupa dan Kami tidak mendapatinya berkemauan Teguh (QS Thaha-115)
Adapun taubat nabi Adam di terangkan dalam Al Qur’an Ayat 
Yang artinya : Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (QS Thaha 122)
Nah inilah dalil dari ajaran Tasawuf bahwa bagi orang Khusus lalai hati dalam mengingat Allah adalah suatu Dosa yang harus di mintai Taubat.
Imam tasawuf yang besar Dzin Nun al Mishri berkata : yag artinya dalam bahaso awak :
TAUBAT urang awam karano Doso, tapi taubat urang Khawas ( Khusus) karano lalai untuak mangingek Allah swt. (risalah Qusyairiyah halaman 47)
Lalai hati sekejap dari zikrullah adalah dosa bagi orang orang shaleh dan ahli ahli sufiah yang tinggi, walaupun bagi orang orang awan itu belum apa apa.
Orang tidak mengerti maksudnya ahli sufi, menyalahkan saja ucaapan Ibu Rabi’atul ‘Adawiyah seorang ahli sufiah wanita yang terkenal (wafat 235H) yang berbunyi dan artinya :
ISTIQFAR kita (taubat kita) membutuhkan dimintanya taubat lagi (Mau’izatul Mu’miniin halaman 341)
Bagai mana orang ini ? Istiqfar kok di anggap dosa yang harus di mintakan taubat lagi ?
Pertanyaan ini timbul mungkin dikarano salah atau tidak mengerti ajaran TASAWUF
Dalam ajaran tasawuf , Istiqfar yang di ucapkan dengan lidak tidak dibarengi dengan penyesalan yang mendalam, yakni penyesalan yang menerbitkan airmata dan taubat kita yang tidak di barengi oleh Uzlah menjauhkan diri dari tempat tempat maksiat, maka itu adalah taubatnya orang pembohong .
Iman Dzin Nun mengatakan yang artinya :
Taubat dengan tidak mencabut akar akar maksiat adalah taubat kaum pembohong (risalah Qusyairiyah halaman 47)
Jadi taubat taubat yang begini, membaca اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ (Astaqfirullah) setiap masa, tetapi dosa dikerjakan juga , membaca Astaqfirullah setiap waktu, tetapi harta haram terus dimakan, maka ini dinamakan Istiqfar Palsu, Istiqfar yang harus  istiqfarkan lagi.
Gubahan seorang Ahli Tasawuf dalam syairnya yang berbunyi :
O Tuhanku, Rasanya aku tak berhak masuk surga,
 Akupun tak kuat masuk Neraka
Karena itu terimalah Taubat dan ampunilah dosa saya,
Engkau, Oo, Tuhan, yang sanggup mengampuni dosa bagaimanapun juga besarnya. Amiin, amiin !
Adapun dalil dalil atas ajaran tasawuf yang mengatakan bahwa lalai hati mengingat Allah dalah suatu Dosa, terdapat dalam ayat ayat Al Qur’an sebagai berikut :

Yang artinya : dan jangan engkau turut orang yang KAMI lalaikan hatinya dari mengingat KAMI dan diikutinya hawa nafsunya, dan pekerjaan melewati batas (al Kahfi 28)
Ayat ini memerintahkan kepada Nabi dan kepada orang islam supaya jangan mengikuti orang orang yang lalai hatinya untuk mengingat Allah, maka sendirinya Allah memerintahkan supaya kita mengikuti orang orang yang tidak lalai hatinya.
Lalai hati mengingat Allah adalah suatu dosa, da selalu mengingati Tuhan adalah suatu Ibadah dan Amal yang baik.
Dan Firman Allah lagi :
 
 
Artinya :
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (an-Nisa’ 103)
Dari ayat ini dapat di pahami bahwa kita di perintah oleh Allah untuk mengingat Dia dalam setiap Hal, Hal orang itu biasanya dalam tegak berdiri, duduk dan tidur, jadi diperintahkan setiap waktu untuk mengingat Allah, Lupa sekejap akan Allah di butuhkan Taubat Nasuha, ini ajaran Tasawuf.
Dan Allah berfirman lagi dalam QS ad.Dahr 25 yang artinya :
Dan Ingatlah Tuhanmu di waktu pagi dan Sore
Maksud ayat ini supaya kita mengingat Tuhan selalu, setiap masa, tetapi disini di sebutkan setiap pagi dan sore karena “setiap Masa” yang di maksud adalah dalam lingkungan pagi dan sore.
Dan Firman Tuha lagi dalam surat (al. Anfal 45)
  
Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Kesimpulan Umat Islam diperintahkan supaya mengingat Tuhan selalu, bila saja dan dimana saja serta dalam keadaan apa saja, lalai dari mengingat Tuhan adalah suatu Dosa inilah ajaran tasawuf.
Macam Macam Dosa
Dosa mata, Dosa Telinga, Dosa tangan, Dosa lidah, Dosa Kemaluan, Dosa Tubuh, Dosa hati da sebagainya
Apa arti “ Hati “ ?
a.       Segumpal darah yang beku yang terletak di dada sebelah kiri, didalam rongga hati itu ada segumpal darah hitam, itulah markas besar dari Jiwa Manusia dan dari sinilah di atur perjalanan Jiwa Manusia (arti yang ini tidak termasuk kedalam ajaran Tasawuf) karena arti yang begini adalah menurut ilmu kedokteran yang tidak ada hubungannya dengan ke agamaan) hewanpun mempunyai hati yang serupa ini.
b.      Hati dengan arti “Hati Nurani” yaitu Lathifah rabbaniyah Rohaniyah (Benda yang halus yang diletakkan Allah dalam Rohani manusia) kadang di artikan dengan kemanusiaan, rohaniyah
Bagai mana Pertalian hati nurani dengan segumpal darah pada dada sebelah kiri itu, Apa hakikatnya, tidak dapat di uraikan tengan tulisan, otak manusia tidak dapat memikirkannya apalagi menguraikannya, walau ia terletak dalam diri atau tubuh manusia itu sendiri.
Dalam alqur’an ada sebuah ayat :

 
  Artinya :
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". Al.Isra’85

Tidak ada komentar:

Posting Komentar