TAUBAT
Dalam ajaran tasawuf taubat menduduki tempat yag utama dan
Pertama karena dosa itu adalah dinding antara kita dengan Tuhan, orang yang
menuju keredhaan Tuhan dan orang yang menuntut bimbingan Tuhan , Harus ia
Taubat terlebih dahulu kepada Allah atas sekalian Dosa yang telah di buat atau
yang sedag dibuatnya :
Berkata Imam Qusyairi
yang artinya :
Taubat itu adalah
permulaan pekerjaan si “Salik” (orang yang menuju keredhaan Allah) dan makanan
pertama bagi si “Thalib” (yang mencari keredhaan Allah) ….. risalah
Qusyairiyah halaman 45
Imam Ghazali mengatakan dalam kitab Bidayatul Hidayah yang
berbunyi : yang artinya
Taubat itu Kunci kebahagiaan bagi murid murid (orang yang
belajar ilmu dan amal Tasawuf)
Oleh karena persoalan Taubat ini sangat penting, maka Imam
Ghazali yang boleh di gelari Raja Tasawuf telah mengupas masalah ini dalam
kitab Ihya Ulumuddin sebanyak 58 halaman penuh yaitu dari nomor 2 s/d 59 (Ihya
IV halaman 2 – 59)
Dalam mengajak supaya orang taubat tuhan berfirman :
Artinya : dan Taubatlah
kamu sekalian kepada Allah, mudah mudahan kamu mendapat kemenangan (An Nur-31)
Artinya : Bahwasanya
Allah mengasihi orang yang banyak ber taubat dan Ia mengasihi juga orang yang
membersihkan diri dosa.
Taubat yang Benar
adalah Taubat “ Nasuha” yaitu Taubat Sepenuh Hati, tidak setengah setengah,
tidak purak purak, tetapi terbit dari hati sanubari yang telah di beri hidayah
Tuhan.
Dalam menyatakan Taubat Nasuha ini Tuhan berfirman QS at
Tahrim 8
Yang artinya : Hai Orang Mukmin taubatlah kamu kepada Allah
sebenar benar taubat.
Dalam bahasa Arab arti Taubat ialah kembali , yakni kembali
dari jalan yang salah kejalan yang benar.
Menurut Istilah Agama : Taubat ialah meminta ampun kepada
Tuhan atas sekalian dosa yang sudah terbuat atau yang sedang di buat.
RUKUN TAUBAT ADA 3 :
1. Menyesali diri atas Dosa yang telah di buat
2. Menghentikan Perbuatan Maksiat itu kalau
sedang dikerjakan.
3. Bercita cita atau berjanji dengan Tuhan
bahwa dosa itu tidak akan di perbuat lagi.
Kalau dosa itu bertalian atau ada hubungan dengan manusia
(orang lain) umpamanya pencurian, penghinaan , fitnahan, pembunuhan dan lain
lain, maka syarat taubat tersebut di atas di tambah satu lagi yaitu :
4.
Mengembalikan harta yang di curi kepada
pemiliknya, dan meminta maaf kepada yang bersangkutan, dan memberikan
kesempatan kepada ahli waris seseorang yang sudah meninggal untuk melakukan
kisas kalau dosa itu dosa pembunuhan (lihat Dalilul Falihin-Syarah Riyadhus
Shalihin I Hal 79-80)
Ada rang bertanya : di dalam sebuah hadist
tersebut begini :
Artinya : Taubat itu ialah menyesal (H.R
Ibnu Majah, Ibnu Habban, Hakim dll lihat Ihya III halaman 3)
Pada hadist tersebut di nyatakan syarat
taubat itu hanya menyesal saja tidak ada yang lain ..bagaimana ini ? arti
hadist ini yang sebenarnya adalah Rukun Taubat yang terpenting adalah
Menyesal.
Hal
ini sama denga perkataan Nabi yang artinya :
Haji
itu Arafah (H.R Ahmad dll)
Artinya Hadist ini ialah bahwa Rukun Haji
yang terpenting adalah wukuf di Arafah, Rukun yang lain ada juga, tetapi yang
terpenting adalah wukuf di Arafah.
Tetapi Imam Qusyairi member komentar bahwa
ada ahli Tahqiq yang berpendapat bahwa cukuplah “ Menyesal “ saja bagi syarat
Taubat, karena menyesal yang benar benar yang terbit dari hati sanubari yang di
bombing Tuhan, sudah pasti menarik syarat kedua dan ketiga, menghentikan dan
bercita cita tidak melakukan lagi (risalah Qusairiyah halaman 46).
Orang orang TASAWUF kata Qusyairi
menambahkan lagi beberapa hal tetapi bukanlah termasuk syarat lagi hanya sifat
dan keadaan mereka.
Umpamanya orang orang yang taubat harus
menjauhkan diri sejauh jauhnya dari tempat maksiat dan menjauhkan diri dari
pergaulan dengan orang orang yang berbuat maksiat, dan menghancurkan semua alat
alat maksiat, karena semua hal ini bisa menarik kita kembali kepada perbuatan
maksiat.
Kalau taubat dari Berjudi, maka janganlah
mendekati juga tempat tempat Casino, dan semua alat alat judi yang ada pada
kita harus di hancurkan.
Kalau Taubat dari Perbuatan Mesum, maka janganlah
lagi mendekati tempat2 pelacuran, panti2 pijit dll karena semuanya itu membawa
kita kembali kepada perbuatan Maksiat.
Untuk
menghentikan pergaulan Maksiat tersebut hendaklah bergau dengan orang orang
baik, dengan orang2 shalehpergi ketempat yang baik baik juga seperti ke
Mesjid, ka Surau, kamajilis Taklim untuk mendengarkan fatwa2 yang baik baik.
Dalam hal ini nabi Menerangkan :
Artinya : Dari Abu Musa al Asy’ari Ra
Bahwasanya Nabi Muhammad Saw berkata perumpamaan berkawan dengan orag shaleh
dan berkawan dengan orang jahat, seperti berkawan dengan pembawa Kasturi dan
Tukan apa Besi, sebab berkawan dengan pembawa Kasturi atau saudagar kasturi,
mungkin engkau di beri setetes, atau engkau beli sedikit, atau sekurang
kurangnya engkau mendapat bau harumnya, tetapi kalau engkau berkawan dengan
tukan apa besi, mungkin kainmu terbakar karena bunga api, atau kamu mendapat
bau busuk (HR Bukhari dan Muslim Syarak Muslim 16 halaman 178)
Oleh karena itu bergaul dan bersahabatlah
dengan orang orang baik orang-orang shaleh, dan sekali sekali jangan bergaul
dengan orang pendurhaka dan pembuat maksiat, inilah ajaran tasawuf.
Walau Nabi Ma’sum yakni tidak pernah
berbuat Dosa, tetapi dia Taubat juga pada Allah , banyak Hadist nan
menerangkan tentang hal ini diantaranya yang berbunyi yang artinya :
Dari abu Hurairah Rda, beliau berkata Saya
dengan Rasulullah berkata : Demi ALLAH, saya taubat dan minta ampun kepada
Allah dalam sehari lebih banyak dari 70 kali (H.R Bukhari, Jawahir Bukhari
halaman 482)
Dan Hadist lain : yang artinya :
Dari Agar bin Yasar al Muzanni Rda, beliau
berkata : Berkata Rasulullah Saw , HAI manusia
Taubatlah kamu dan minta ampunlah kepada
ALLAH, sayapun taubat 100 kali dalam sehari (H.R Muslim-Dalilul Falihin I
Halaman 83)
Nabi Taubat sebagai dikatakan diatas
bukanlah karena dosa sebab beliau tidak pernah berbuat dosa , tetapi taubat
beliau di sebabkan sebagai hamba yang di kasihi Tuhan, kurang membayarkan
kewajiban beliau terhadap ALLAH, Tuhan yang maha Agung.
Bagi Nabi kekurangan membayarkan kewajiban
kehambaan itu beliau anggap sebagai dosa, padahal bagi kita itu belum dosa.
Nabi Adam Taubat kepada Allah bukan karena
Dosa, karena beliau lupa perintah Allah yang melarang memakan buah kayu Kuldhi,
Maka Beliau Taubat karena Lupa tsb.
Lupa dan terbuat Maksiat, bagi orang awan
tidak menjadi dosa, tetapi bagi nabi nabi dan rasul rasul hal ini sudah menjadi
dosa yang wajib diminta keampunan ke pada Allah swt.
Tentang Lupa nabi adam di terangkan dalam
Ayat Al Qur’an
Yang artinya Dan sesungguhnya kami telah
memberikan perintah kepada Adam dulu, tetapi ia lupa dan Kami tidak
mendapatinya berkemauan Teguh (QS Thaha-115)
Adapun taubat nabi Adam di terangkan dalam
Al Qur’an Ayat
Yang artinya : Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia
menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (QS Thaha 122)
Nah inilah dalil dari ajaran Tasawuf bahwa bagi orang Khusus
lalai hati dalam mengingat Allah adalah suatu Dosa yang harus di mintai Taubat.
Imam tasawuf yang besar Dzin Nun al Mishri berkata : yag
artinya dalam bahaso awak :
TAUBAT urang awam karano Doso, tapi taubat urang Khawas ( Khusus)
karano lalai untuak mangingek Allah swt. (risalah Qusyairiyah halaman
47)
Lalai hati sekejap dari zikrullah adalah dosa bagi orang
orang shaleh dan ahli ahli sufiah yang tinggi, walaupun bagi orang orang awan
itu belum apa apa.
Orang tidak mengerti maksudnya ahli sufi, menyalahkan saja
ucaapan Ibu Rabi’atul ‘Adawiyah seorang ahli sufiah wanita yang terkenal (wafat
235H) yang berbunyi dan artinya :
ISTIQFAR kita (taubat kita) membutuhkan dimintanya taubat
lagi (Mau’izatul Mu’miniin halaman 341)
Bagai mana orang ini ? Istiqfar kok di anggap dosa yang
harus di mintakan taubat lagi ?
Pertanyaan ini timbul mungkin dikarano salah atau tidak
mengerti ajaran TASAWUF
Dalam ajaran tasawuf , Istiqfar yang di ucapkan dengan lidak
tidak dibarengi dengan penyesalan yang mendalam, yakni penyesalan yang
menerbitkan airmata dan taubat kita yang tidak di barengi oleh Uzlah menjauhkan
diri dari tempat tempat maksiat, maka itu adalah taubatnya orang pembohong .
Iman Dzin Nun mengatakan yang artinya :
Taubat dengan tidak
mencabut akar akar maksiat adalah taubat kaum pembohong (risalah
Qusyairiyah halaman 47)
Jadi taubat taubat yang begini, membaca اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ (Astaqfirullah)
setiap masa, tetapi dosa dikerjakan juga , membaca Astaqfirullah setiap waktu,
tetapi harta haram terus dimakan, maka ini dinamakan Istiqfar Palsu, Istiqfar
yang harus istiqfarkan lagi.
Gubahan seorang Ahli Tasawuf dalam syairnya yang berbunyi :
O Tuhanku, Rasanya aku tak berhak masuk surga,
Akupun tak kuat masuk
Neraka
Karena itu terimalah Taubat dan ampunilah dosa saya,
Engkau, Oo, Tuhan, yang sanggup mengampuni dosa bagaimanapun juga
besarnya. Amiin, amiin !
Adapun dalil dalil atas ajaran tasawuf yang mengatakan bahwa lalai
hati mengingat Allah dalah suatu Dosa, terdapat dalam ayat ayat Al Qur’an
sebagai berikut :
Yang artinya : dan jangan engkau turut orang yang KAMI
lalaikan hatinya dari mengingat KAMI dan diikutinya hawa nafsunya, dan
pekerjaan melewati batas (al Kahfi 28)
Ayat ini memerintahkan kepada Nabi dan kepada orang islam
supaya jangan mengikuti orang orang yang lalai hatinya untuk mengingat Allah,
maka sendirinya Allah memerintahkan supaya kita mengikuti orang orang yang
tidak lalai hatinya.
Lalai hati mengingat Allah adalah suatu dosa, da selalu
mengingati Tuhan adalah suatu Ibadah dan Amal yang baik.
Dan Firman Allah lagi :

Artinya :
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah
Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila
kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (an-Nisa’ 103)
Dari ayat ini dapat di pahami bahwa kita di perintah oleh
Allah untuk mengingat Dia dalam setiap Hal, Hal orang itu biasanya dalam tegak
berdiri, duduk dan tidur, jadi diperintahkan setiap waktu untuk mengingat
Allah, Lupa sekejap akan Allah di butuhkan Taubat Nasuha, ini ajaran Tasawuf.
Dan Allah berfirman lagi dalam QS ad.Dahr 25 yang artinya :
Dan Ingatlah Tuhanmu
di waktu pagi dan Sore
Maksud ayat ini supaya kita mengingat Tuhan selalu, setiap
masa, tetapi disini di sebutkan setiap pagi dan sore karena “setiap Masa” yang
di maksud adalah dalam lingkungan pagi dan sore.
Dan Firman Tuha lagi dalam surat (al. Anfal 45)
Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan
(musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah
sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Kesimpulan Umat Islam diperintahkan supaya mengingat Tuhan
selalu, bila saja dan dimana saja serta dalam keadaan apa saja, lalai dari
mengingat Tuhan adalah suatu Dosa inilah ajaran tasawuf.
Macam Macam Dosa
Dosa mata, Dosa Telinga, Dosa tangan, Dosa lidah, Dosa
Kemaluan, Dosa Tubuh, Dosa hati da sebagainya
Apa arti “ Hati “ ?
a.
Segumpal darah yang beku yang terletak di dada
sebelah kiri, didalam rongga hati itu ada segumpal darah hitam, itulah markas
besar dari Jiwa Manusia dan dari sinilah di atur perjalanan Jiwa Manusia (arti
yang ini tidak termasuk kedalam ajaran Tasawuf) karena arti yang begini adalah
menurut ilmu kedokteran yang tidak ada hubungannya dengan ke agamaan) hewanpun
mempunyai hati yang serupa ini.
b.
Hati dengan arti “Hati Nurani” yaitu Lathifah rabbaniyah
Rohaniyah (Benda yang halus yang diletakkan Allah dalam Rohani manusia) kadang
di artikan dengan kemanusiaan, rohaniyah
Bagai mana Pertalian hati nurani
dengan segumpal darah pada dada sebelah kiri itu, Apa hakikatnya, tidak dapat
di uraikan tengan tulisan, otak manusia tidak dapat memikirkannya apalagi
menguraikannya, walau ia terletak dalam diri atau tubuh manusia itu sendiri.
Dalam alqur’an ada sebuah ayat :

Artinya :
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah:
"Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan
melainkan sedikit". Al.Isra’85
Tidak ada komentar:
Posting Komentar