Rabu, 17 April 2013

ADAM BUKAN MANUSIA PERTAMA DI BUMI ( Bagian1)



Dalam masalah Adam dan Hawa yang akan di bandingkan bukan lagi dengan Teori Evolusi Charles Darwin (1809-1882)
1. Ayat Ayat AlQuran jelas menyebutkan bahwa manusia pertama yang di ciptakan Tuhan adalah ADAM, kemudian dari diri Adam di ciptakan pasangannya dan dari merekalah asalnya seluruh umat manusia yang pernah ada sampai sekarang.
2. Ayat Albaqarah 2:30 menunjukkan dengan jelas bahwa malaikat malaikat telah melihat bahwa "manusia" adalah machluk yag berbuat bencana dan saling perang. Apakah yang dimaksud disini adalah manusia sebelum Adam ? mungkin !.
3. Menurut perhitungan Ulama Kristen Adam di ciptakan 6000 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 4004 sebelum Isa, Ulama ulama Islam ada yang menghitung dan hasil hitungannya Adam di jadikan 7000 tahun yang lalu sebahagian lagi mengatakan 8000 tahun yang lalu.
4. Manusia Modern Menurut ilmu pengetahuan muncul di suatu waktu antara 50.000 sampai 20.000 tahun yang lalu, namun mereka tidak pasti di tahun yang sama. pendapat yang terkuat menyatakan bahwa manusia modern muncul 40.000 tahun yang lalu, Pendapat ini agak dapat diterima karena sebelum itulah hidup manusia NEANDERTHAL dan sebelumnya lagi manusia purba (HOMO ROBUSTUS)
setelah mengemukakan data data tersebut, dapat ditarik kesimpulan mengenai masalah Adam dan Hawa tersebut sebagai berikut :
Kalau boleh saya mengadakan pendekatan maka menurut hemat saya Evolusi itu menghasilkan manusia Neanderthal yang kemudian punah karena peperangan dan bencana alam, Setelah itu Allah menciptakan Adam disuatu tempat di sorga dan kemudian mengirimnya kebumi turunan turunan Adam kemudian menyebar yang fosil fosilnya kita kenal sebagai manusia CROMAGNON, Manusia Solo, Manusia Palestina dan banyak lagi.
Demikianlah Kesimpulan dan pendapat sdr Pemerasaran yang terhormat, dalam hal ini saya tidak sependapat dengan saudara Pemerasaran.
1.      Adam dan Hawa diciptakan di Bumi, bukan di Sorga yang merupakan tempat hidup Kekal, tetapi berada pada Taman serba Cukup (Jannah) .karena melanggar larangan Ilahi lalu terusir dari taman Serba Cukup (Jannah) , itu dan kini terpaksa bembanting tulang dan memeras keringat bagi memenuhi kebutuhan hidup.
2.      Adam dan Hawa itu bukan manusia pertama di bumi, akan tetapi Cuma angkatan penganti dari angkatan angkatan sebelumnya, yang telah punah disebabkan  “ Membikin kebisanaan dan saling menumpahkan darah”
3.      Adam di ciptakan Allah dari tanah pada tahap masa Neolithic. (zaman batu baru) yang bermula lebih kurang 10,000 tahun sebelum masehi.
Setelah mengemukan tiga hipotesa tersebut  maka tibalah kewajiban mengemukakan alas pikiran baikpun Naqli maupun Aqli bagi pembenaran tiga hipotesa tersebut
Firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 30.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Dalam firman Allah di jumpai kalimat Aku menjadikan di bumi itu Penganti, di situ kata “ Kalifatan” diberi makna dengan “ Penganti” , yang sangat berlawanan dengan pemahaman dan penafsiran yang terbiasa selama ini, sejak berabad abad sampai kini, bahwa Allah menciptakan Penguasa (Khalifatan) “untuk” di bumi. Adam dan Umat manusia keturunannya.
Pemahaman penafsiran tersebut saya nyatakan keliru, sebab : salah, kata Khalifatan menurut arti yang asli yakni arti kata. Pada masa Nabi Besar Muhammad (570 – 632 M) bermakna “ Penganti, buktinya sekalian banyak ayat AlQur’an yang mengunakan kata itu, di luar kisah Adam, maka selalu maknanya Penganti.
Sepeninggal Nabi Muhammad, yakni pada masa daulat Khulafaur Rasyidin (632-661M) dan terlebih lebih pada masa daulat Umayyah (661-750M) yang berkedudukan di Damaskus dan daulat Abbasiah (750-1258M) yang berkeduduka di Baghdad baru kata kalifah  (khalifatan) itu berubah makna baru : Penguasa, yakni penguasa tertinggi dalam dunia Islam. Perubahan arti kata itu disebabkan fakta sejarah , bahwa sewaktu abu Bakar Shiddiq terpilih dan di angkat menjabat Penguasa Tertinggi (632-634M) dalam dunia Islam.kepadanya di tawarkan panggilan untuk jabatan tersebut   “ Khalifatu ‘llah “ (penganti Allah) iapun menolak, di twarkan pangilan Khalifatu-Rasul (penganti rasul) iapun menerimanya, sewaktu khalifah umar bin Khatab 634-644M) naik berkuasa mengantikannya iapun dipanggil Khalifatu abibakrin (Penganti Abu Bakar)
Sewaktu Khalifah Usman Bin Affan (644-656M) naik berkuasa iapun di panggil “ Kahlifatu Umarin (penganti umar) demikianlah selanjutnya sampai kepada masa daulat Umayyah dan daulat Abbasiah.
Sekalipun panggilan resmi bagi penguasa tertinggi dalam dunia Islam itu ialah Amirul Mukminin akan tetapi sebutan Khalifah lebih popular pengunaannya sehari hari. Kecuali pada upacara upacara resmi dan surat surat resmi lambat laun lahirlah artikata yang baru bagi kata Khalifah itu yaitu Penguasa
Akan tetapi oleh karena AlQur’an diturunkan bukan pada masa Sepeninggalan Nabi Besar Muhammad saw , akan tetapi pada masa Nabi Muhammad saw maka setiap kata dalam AlQuran itu mestilah dimaknai menurut arti kata pada masa Nabi Besar Muhammad, justru kata Khalifatan dalam Albaqarah 2:30 mestilah di maknakan Penganti bukan Penguasa’
Perobahan arti kata disebabkan perkembangan sejarah itu bukan Cuma dijumpai pada bahasa Arab saja akan tetapi juga pada seluruh bahasa di Dunia termasuk Indonesia.
Jadi dalam Qur’an Albaqarah ayat 30 itu berbunyi Inni ja’ilun fil ardli khalifatan (Aku menjadikan di Bumi itu Khalifah) Al Qur’an itu di wahyukan dalam bahasa Arab, justru untuk memperoleh pemahaman dan penafsiran yang tepat, mestilah di pahamkan dalam berdasarkan  Hukum tatabahasa Arab (ilmu Nahwu dan Ilmu Syaraf) .
Sebuah hukum dalam tatabahasa arab tersebut berbunyi : Al Jarru wal majruru muta’allaqun bi fi’li qablahu (kata tugas dan kata dibalakang kata tugas itu mestilah dikaitkan dengan kata kerja sebelumnya). Justru kalimat “ Aku menjadikan di bumi itu khalifah” bermakna bahwa “Penjadian” kalifah itu “di bumi” sama sekali bukan bermakna khalifah itu “untuk” di Bumi.
Trus Pembuktian BAHWA ADAM ITU DI CIPTAKAN DI BUMI, oleh Allah swt dalam al qur’an Al-a’raf 7:20
7:20



Fawaswasa lahumasy syaithaanu liyubdiya lahumaa maawariya ‘anhumma min sau-aatihimaa wa qalla Maanahaakumaa rabbukumaa’an haddzihisy syajarati illa an takuunaa malakaini au takuunaa minal khaalidiin.
Lalu syetan membisikka pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup bagi keduanya, yaitu auratnya dan syetan berkata : Tuhanmu tidak melarang mu mendekati pohon ini , melainkan, supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat, atau tidak beroleh hidup kekal (Q.S Al a’raf -20)
Demikianlah godaan syetan terhadap Adam dan Hawa, yaitu supaya “ Tidak beroleh hidup Kekal” (minal Khalidin) jika kalau Adam dan Hawa itu memang diciptakan di Sorga, bermakna Moyang ummat manusia itu, sudah berada pada tempat Hidupkekal. Dengan sendirinya niscaya Adam dan Hawa akan mencemooh “ Godaain Syetan tersebut,..
Tetapi Adam dan Hawa terpengaruh oleh godaan itu, yakni “ Ingin Hidup Kekal” hingga memakan buah Pohon larangan itu, apakah Artinya itu ? tidak lain tidak bukan bahwa Adam dan Hawa sdar sepenuh penuhnya bahwa mereka bukan berada pada tempat Hidup kekal, justru ingin untuk hidup kekal.
Jikalau Adam dan Hawa itu bukan berada pada tempat hidup kekal, bermakna bahwa Adam dan Hawa itu bukanlah berada di sorga akan tetapi berada di Bumi yakni asal kejadiannya.
Kecerdasan Adam tersebut cukup tinggi, hingga para malaikat di perintahkan sujud kepada nya (Albaqarah 2: 33-34) justru tidak masuk akal bahwa Adam dan Hawa begitu mudah tergoda oleh godaan syetan itu, Jikalau Adam dan Hawa itu sudah berada di Sorga.
2:33
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"
2:34
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Adam dan Hawa itu bukanlah manusia pertama di Bumi, Hal ini dibuktikan oleh reaksi para malaikat yang demikian sengit : “Apakah Engkau akan menjadikan disitu makluk yang akan membikin kebinasaan dan saling menumpah darah”.
Dalam Hal ini mau tidak mau timbul soal  : Apakah para malaikat itu punya pengetahuan terhadap hal hal yang bakal terjadi pada masa Depan ?.
Jikalau malaikat tersebut punya pengetahuan seperti itu maka pantas mereka memperdengarkan reaksi demikian sengit, akan tetapi pemahaman serupa itu ternyata “berlawanan” dengan ayat ayat berikutnya Yakni : Allah mengajarkan seluruh nama nama kepada adam , dan sewaktu di ajukan kepada malaikat ternyata mereka menjawab : La ilma lana illa ma’alamtana (tiada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami) ketika diajukan kepada Adam, maka adam menyebut nama nama seluruhnya itu, dan para malaikat diperintahkan sujud kepada Adam!.
Apakah Arti itu ? Jangankan punya pengetahuan tentang hal hal yang bakal terjadi pada masa depan, para malaikat itu., “tidak punya pengetahuan terhadap apapun yang berada pada masanya itu.
Jikalau demikian halnya maka Apa alas an bagi para malaikat memperdengarkan reaksi demikian sengit.
Lain tidak karena sudah “ menyaksikan” perilaku makluk makluk sebelum kejadian Adam, yang makluk sebelum adam  itu adalah Homo sapiens sejak Neandarthall sampai manusia Cromagnon lebih kurang 300.000 – 45.000 tahun sebelum masehi dan homo erectus lebih kurang 900.000 = 300.000 sebelum masehi dan homo Habilia (lk 1.500.000 – 900.000 SM) Australopithe sejak 14.000.000 tahun . jadi adam dan Hawa bukan mausia pertama di bumi.
Tahap masa Homo sapiens (manusia berbudaya) itu diantara lain sepanjag Antropologi terbagi kepada jaman Batu Tua (Paleolithic)yang di kenal dengan manusia Gua  (Caveman) yang kemampuannya untuk mencukupi kebutuhan hidup ialah : Berburu da menangkap Ikan.
Belakangan sekali barulah muncul Zaman Batu Baru (Neolithic) setelah angkatan muda Cromagnon (lk 45.000 tahun SM) punah di muka bumi pada zaman batu baru itu kemampuan mencari kebutuhan hidup sudah meningkat tinggi yaitu dengan bertani dan berternak.
Setelah memaklumi fakta fakta yang ditemukan kalangan ilmiah itu maka kini mari silakan simak bunyi ayat AlQur’an surat almaidah 5:27 berbunyi sebagai berikut :
5:27
Ceritakanlah kepada mereka itu kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): Ia (Qabil) berkata "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".
Mengenai penafsiran ayat alquran di atas seluruh kitab tafsir tertua (Tafsir Ibni’ Uyainah, tafsir Ibnu abi-hatim, tafh, Tafsir Ibni habban, tafsir ibni ‘athiya, tafsir Al Samarkandi, Tafsir Abi Ishaq, Tafsir Al Thabari, Tafsir ibni Abi-syaibah, Tafsir Al Baqhawi, Tafsir Abil-Fidak, tafsir al.Razi, dan banyak yang lain lagi..bahwa habil dalam korbannya itu mempersembahkan hasil terbaik peternakannya, sebaliknya qabil mempersebahkan korbannya terletak dari hasil pertaniannya , pernyataan tersebut sesuai dengan pernyataan Taurat musa Genesis 4 3-16
Apa yang dapat disimpulkan  dari pernyataan Al Qur’an dan pernyataan taurat itu, tidak lain dan tidak bukan Bahwa Adam dengan kedua Puteranya itu memulai Zaman Baru peradapan. Yaitu kemampuan bertani dan beternak, jadi ADAM dan zaman Batu Baru disebabkan tembaga dan apa lagi Besi belum di temukan pada masa itu. Yang menurut H.G wells Sarjana Ingris tahun 1866 – 1946) yang bermula lebih kuran 10.000 atau 12.000 tahun sebelum masehi.
 Bersambung......................




Tidak ada komentar:

Posting Komentar